Menurut warga setempat nama “kobel” diambil dari dua kata dalam bahasa asli Madura ”korang abelih”. Artinya kalau kurang kembali atau lebih jelasnya kalau anda kurang boleh kembali.
Jika anda ingin menikmati nasi kobel, anda cukup mengeluarkan uang lima sampai sepuluh ribu rupiah per porsinya, sehingga ketika lidah anda belum puas dengan hanya satu porsi, anda bisa tambah sepuas anda, mengingat harga yang ditawarkan cukup murah.
Masakan ini dapat kita jumpai mulai dari pantai Camplong hingga ke arah timur pasar Camplong akan menjumpai warung-warung kecil penjual nasi kobel di pinggir jalan dan sebagian lagi memilih berada di dalam perkampungan penduduk. Mereka biasanya berjualan mulai jam 14.00 WIB siang sampai menjelang subuh sembari menunggu nelayan- nelayan setempat pulang melaut.
Ciri khas kuliner ini ada pada sambal parut kelapanya yang dalam bahasa Madura disebut “sambhel” (sambal,red). Sambal yang biasa kita jumpai biasanya disangrai atau dikukus, maka disini sambal kelapanya di panggang/dipepes bersama potongan tanah liat menggunakan pecahan cobek atau pecahan genteng sehingga membuat rasa dan aroma sambal kelapanya unik dan tidak berbau “sangit” (istilah jawa).
Ikan tongkol masak bali menjadi lauk wajib nasi kobel, selebihnya hanya lauk pendamping, seperti telur ayam, cumi-cumi, atau ikan cakalang yang dimasak dengan digoreng dan diberi sambal khas.
Selamat menikmati kuliner legenda asli Sampang Madura.
dikutip dari:
https://taberita.com/ta/nasi-kobel-kuliner-asli-sampang-madura-yang-melegenda

0 Komentar